ūüí° Ini adalah catatan selama sesi bersama pak Ruswanto (Direktur Kebangsaan IIBF, ex Ketua IIBF Jateng).
Selasa 7 Nov 2023 di Hotel Horison Inn Antawirya Semarang.

IIBF: Indonesia Islamic Business Forum

Tujuan IIBF: Membangun kejayaan bangsa dengan menciptakan para pengusaha yang berbisnis sebagaimana pebisnis kelas dunia dan berperilaku sebagaimana muslim yang bertaqwa.

Value IIBF: Membangun diri, keluarga, bisnis, agama, dan bangsa dalam satu tarikan nafas.

Menolong orang yang mau ditolong. Abaikan mereka yang tidak mau.

Berbisnis as usual. Aset >> Sales >> Profit >> Cash >> Free cash

Tidak mengenal istilah scale up. Karena menjadi kuat dan besar itu sunatullah. Lebih baik kuat, daripada sekedar besar tapi tidak kuat.

Memahami keuangan. 10% penghasilan diinfaqkan, 10% penghasilan ditabung/investasi.

Hutang itu tidak diharamkan, yang diharamkan adalah riba.

Memahami apa yang dikejar dalam berbisnis, sehingga tenang menghadapi keadaan dan merespon keadaan dengan tepat.

Positioning IIBF

  1. Fokus pada sang pengusaha, bukan pada manajemen
  2. Menanamkan prinsip, bukan sekedar metode
  3. Utamakan karakter, bukan sekedar personal branding
  4. Bertujuan pada cara bermain, bukan sekedar transfer pengetahuan
  5. Konsep yang diajarkan berdasarkan keyakinan, bukan yang sedang trend/populer
  6. Menciptakan pengusaha yang kuat, bukan yang terlihat hebat
  7. Produk unggulan: inspirator bisnis dan perjuangan. Bukan macan panggung.
  8. Dibangun sebagai komunitas pejuang, bukan untuk cari uang
  9. Menjadi ladang amal, bukan ladang bisnis
Fokus ‚úÖ¬†Pengusaha ‚ĚƬ†Manajemen
Menanamkan ‚úÖ¬†Prinsip ‚ĚƬ†Metode
Utamakan ‚úÖ¬†Karakter ‚ĚƬ†Personal branding
Tujuan ‚úÖ¬†Cara bermain ‚ĚƬ†Transfer pengetahuan
Konsep yang diajarkan ‚úÖ¬†Keyakinan ‚ĚƬ†Sedang populer
Menciptakan ‚úÖ¬†Pengusaha yang kuat ‚ĚƬ†Terlihat hebat
Produk unggulan ‚úÖ¬†Inspirator bisnis dan perjuangan ‚ĚƬ†Macan panggung
Dibangun sebagai ‚úÖ¬†Komunitas pejuang ‚ĚƬ†Cari uang
Menjadi ‚úÖ¬†Ladang amal ‚ĚƬ†Ladang bisnis

Ukuran keberhasilan IIBF: tercipta pengusaha yang kuat dan memiliki semangat perjuangan untuk agama dan bangsa.

Dalam perspektif IIBF, disebut gagal jika hanya menghasilkan pengusaha putus asa, salah satunya adalah memilih lari ke panggung karena tidak berani berbisnis.

Write A Comment